<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002</id><updated>2011-12-01T01:51:29.680-08:00</updated><title type='text'>info JANTUNG</title><subtitle type='html'>Blog 0038 - Kliping Internet Seputar Jantung</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-8308022409608349527</id><published>2011-02-08T20:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T20:55:13.581-08:00</updated><title type='text'>Circulatory System</title><content type='html'>&lt;iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/D3ZDJgFDdk0?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-8308022409608349527?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/8308022409608349527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2011/02/circulatory-system.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/8308022409608349527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/8308022409608349527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2011/02/circulatory-system.html' title='Circulatory System'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/D3ZDJgFDdk0/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-1954067411347876706</id><published>2011-02-08T18:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T19:09:34.661-08:00</updated><title type='text'>Sayangi Jantung Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/TVIFaSRNGYI/AAAAAAAAAUs/bsb_Vly12ZY/s1600/serangan-jantung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/TVIFaSRNGYI/AAAAAAAAAUs/bsb_Vly12ZY/s320/serangan-jantung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571521638149462402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari, dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung membutuhkan oksigen melebihi dari yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Apabila otot jantung tidak mendapat oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai berdenyut tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung tidak mampu optimal dalam  memompa darah ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, sel-sel otak dapat mati dan pasien pun tidak tertolong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lain yang disebabkan kelainan sejak lahir seperti jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan kelemahan otot jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Serangan Jantung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami otot jantung (myocardium) akibat berkurangnya pasokan darah secara tiba-tiba pada otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu arteri koroner tersumbat selama beberapa saat, bisa akibat spasme  (mengencangnya arteri koroner) atau akibat gumpalan darah (thrombus).Apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan otot jantung tersebut mengalami kerusakan secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala Serangan Jantung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala serangan jantung untuk setiap orang bisa berbeda. Keluhan yang muncul  mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Terkadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan untuk mendeteksi serangan jantung adalah dengan pemeriksaan ECG (rekam jantung). Selain itu, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri yang sangat, rasa sesak yang luar biasa, atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan, dan perut. Gejala lain berupa keluar keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Bisa juga muncul rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah. Yang lebih parah, pasien bisa sampai pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usia. Memasuki usia 45 tahun bagi pria, merupakan usia kerentanan mereka dan harussegera mengambil langkah yang tepat untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Risiko akan meningkat pada wanita di atas 55 tahun atau wanita yang mengalami menopause dini&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari kadar kolesterol yang tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Diabetes.Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya kadar gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Merokok. Para perokok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit jantung daripada bukan perokok.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Tekanan darah tinggi (hipertensi). Waspadai jika Anda penderita hipertensi.  Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Kegemukan (obesitas). Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung. Mengimbanginya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah tepatl yang dapat diambil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Stress. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmia jantung yang membahayakan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Mencegah Penyakit Jantung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, lakukan hal-hal berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pola makan sehat. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi gandum dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.  Berhenti merokok. Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.  Hindari Stres. Stres memang hal yang wajar dialami setiap orang. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila kita bisa mencegah timbulnya stres.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.  Hipertensi. Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat merusak  dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL (kolesterol jahat)  memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;5.  Obesitas. Kelebihan berat atau obesitas dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;6.  Olahraga secara teratur. Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Usahakan luangkan waktu Anda untuk rutin berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7.  Konsumsi antioksidan. Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan endapan pada pembuluh darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8.  Keturunan. Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sayangi Jantung Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Ganti pola makan Anda dengan  makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres, serta berolahragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indoroyal.com/info-medis/sayangi-jantung-anda.html"&gt;http://indoroyal.com/info-medis/sayangi-jantung-anda.html&lt;/a&gt;, dalam :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pjnhk.go.id/content/view/3449/31/"&gt;http://www.pjnhk.go.id/content/view/3449/31/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://health.detik.com/hidupsehat/paging/766/61&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-1954067411347876706?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/1954067411347876706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2011/02/sayangi-jantung-anda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1954067411347876706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1954067411347876706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2011/02/sayangi-jantung-anda.html' title='Sayangi Jantung Anda'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/TVIFaSRNGYI/AAAAAAAAAUs/bsb_Vly12ZY/s72-c/serangan-jantung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-2289250607004495073</id><published>2009-09-11T06:56:00.001-07:00</published><updated>2009-09-11T06:56:42.856-07:00</updated><title type='text'>Agar Jantung "Panjang Umur"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqNylui5WgI/AAAAAAAAAIc/qWpCgkrXEqM/s1600-h/womens-health-wellness_irjp.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqNylui5WgI/AAAAAAAAAIc/qWpCgkrXEqM/s320/womens-health-wellness_irjp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378268372485626370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kanker payudara, penyakit jantung mulai menghantui wanita. Fakta yang disinyalir Yayasan Jantung Indonesia, beberapa tahun belakangan jumlah penderita penyakit jantung pada wanita meningkat enam kali lipat dibandingkan penderita kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agneta Akesson, PhD, MPH, dari Karolinska Institute, Swedia kebiasaan buruk yang Anda lakoni sehari-hari, ternyata bisa menjadi ‘cikal bakal’ serangan jantung. Sehingga, masalah ini bisa muncul lebih cepat ketimbang kisaran umum usia wanita mengalami serangan jantung, yaitu di atas 40 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jumlah wanita merokok cenderung meningkat, dan tingkat stres yang dialami wanita pun semakin tinggi. Nah, kondisi tersebutlah, yang di antaranya mampu membuat hormon dalam tubuh tidak stabil, khususnya estrogen. Padahal, estrogen merupakan hormon yang berkhasiat sebagai ‘tameng’ dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika satu atau lebih dari empat kasus di bawah ini adalah kebiasaan Anda, tampaknya Anda perlu mengubah gaya hidup sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kebiasaan merokok&lt;br /&gt;Tingkat risiko: Amat tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita perokok yang tidak mau mengubah kebiasaannya, karena takut gemuk. Padahal, kendati merokok biasanya diasosiasikan dengan gangguan paru-paru, sebenarnya sebagai perokok aktif, risiko kematian akibat penyakit jantung sama besarnya dengan penyakit paru-paru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kecil nikotin dalam rokok merupakan racun bagi tubuh. Nikotin yang terserap dalam setiap hisapan rokok memang tidak mematikan, tetapi tetap membahayakan jantung karena dapat mengakibatkan pengerasan pembuluh nadi serta serta mengacaukan irama jantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop merokok sekarang juga! Jika Anda berhasil tidak merokok sama sekali dalam beberapa tahun, risiko terserang penyakit jantung bisa ‘merosot’ sehingga hampir setara dengan wanita bukan perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hobi makan junk food&lt;br /&gt;Tingkat risiko: medium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan kaya lemak yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi bisa mengakibatkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh arteri kororner (arteroklerosis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, lemak jenuh yang banyak terdapat dalam makanan sejenis junk food juga mampu merangsang hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Nah, kolesterol yang mengendap lama-kelamaan akan menghambat aliran darah dan oksigen sehingga menggangu metabolisme sel otot jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah mengurangi kebiasaan buruk ini. Anda masih tetap bisa menikmati makanan kesukaan, kok. Asalkan porsinya dibatasi, dan seimbangkan dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Selain itu, lakukan kontrol kadar kolesterol, mengingat kebiasaan ini cukup membahayakan kesehatan jantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sering stres&lt;br /&gt;Tingkat risiko: rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati, stres yang berlarut-larut membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Hal ini tentu membuat jantung bekerja lebih berat dan pada akhirnya akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Tingkah laku yang serba terburu-buru, dan cepat marah juga memicu timbulnya penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu luangkan waktu untuk bersantai dan berisirahat. Jika Anda merasa beban pekerjaan di rumah atau di kantor terasa berlebih, cobalah minta bantuan orang terdekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jarang berolahraga&lt;br /&gt;Tingkat risiko: di atas medium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang tidak aktif bergerak mempunyai risiko 2-3 kali lebih besar menderita serangan jantung. Sayangnya, tidak ada waktu luang dan keterbatasan fasilitas, seringkali menjadi alasan klise banyak wanita enggan berolahraga. Padahal, Anda masih bisa mencuri-curi waktu olahraga di sela-sela kesibukan, kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, selain mengurangi berat badan, olahraga teratur dapat memperkuat otot jantung dan memperbaiki sistem peredaran darah. Jadi, lakukan latihan bersifat aerobik, seperti berjalan kaki, jogging. - 28 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Petti Lubis&lt;br /&gt;http://bola.vivanews.com/news/read/5793-agar_jantung__panjang_umur_&lt;br /&gt;6 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.natureshelpermedical.com/images/womens-health-wellness_irjp.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-2289250607004495073?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/2289250607004495073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/agar-jantung-panjang-umur_11.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/2289250607004495073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/2289250607004495073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/agar-jantung-panjang-umur_11.html' title='Agar Jantung &quot;Panjang Umur&quot;'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqNylui5WgI/AAAAAAAAAIc/qWpCgkrXEqM/s72-c/womens-health-wellness_irjp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-5286903250643920136</id><published>2009-09-11T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T06:55:35.435-07:00</updated><title type='text'>10 Makanan Sehat Bagi jantung</title><content type='html'>"Makan buah kenari tiap hari" adalah resep ampuh, demikian diungkapkan Tuvana Bain, MD dalam sebuah koferensi medis. Beberapa genggam kenari ditengarai memiliki pengaruh untuk menurukan kadar endothelin, senyawa alami yang menyebabkan inflamasi atau reaksi imun pada pembuluh arteri yang turut berperan pada serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu makanan apa yang sehat untuk jantung kita? Berikut beberapa jenis makanan yang layak direkomendasikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asparagus&lt;br /&gt;Kaya akan saponin, sebuah senyawa fito-kimia yang menghambat pertumbuhan kanker, sebagai antioksidan, mempunyai sifat menghambat pertumbuhan mikroba, menurunkan kolesterol darah, menurunkan kadar glukosa darah, bersifat antibiotik, dan menimbulkan efek peningkatan kekebalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu penyajian asparagus memang tidak memberi saponin cukup, tetapi dengan kombinasi makanan kaya saponin lain seperti kinoa (quinoa) yaitu semacam sereal yang merupakan makanan pokok masyarakat Indian, maka akan diperoleh saponin yang cukup untuk tubuh. Asparagus juga mengandung nutrisi anti inflamasi seperti folat, vitamin C dan D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Coklat&lt;br /&gt;Sebuah analisa dari Universitas Scranton Pennsylvania memperlihatkan bahwa mengkonsumsi coklat murni sebanyak 170 gram sehari, akan mampu menangkal terjadinya aterosklerosis, menurunkan kadar LDL (biasa disebut kolesterol jahat) dan trigliserida, meningkatkan HDL. Dilaporkan pula bahwa kakao mengandung antiseptik fenol, senyawa anti inflamasi yang membuat lemak teroksidasi dalam aliran darah sehingga menyumbat pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teh hijau&lt;br /&gt;Teh hijau memiliki kadar kafein lebih rendah dibanding teh hitam atau teh olong dan sangat mudah dalam menyajikannya. Meski begitu, ketiga teh di atas mengandung antioksidan seperti vitamin A, C dan E dan flavonoid (senyawa organik yang mampu melarutkan karsinogen dan melawan sel kanker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ikan Haring&lt;br /&gt;Sering diidentikkan dengan ikan salmon, tapi memiliki kandungan asam omega 3 yang lebih tinggi yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan menurunkan resiko pertumbuhan aterosklerotis (proses penipisan dan pengerasan dinding pembuluh darah karena tumpukan lemak) dan menurunkan resiko aritmia (detak jantung yang tidak normal) yang dapat menyebabkan serangan jantung mendadak. Penyajian 85 gram ikan haring segar akan memberi kurang lebih 2 gram omega 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Oatmeal&lt;br /&gt;Serat larut dalam oatmeal ini mampu menurukan kadar LDL dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Oat ini juga merupakan sumber protein, kalsium, besi, magnesium, seng, thiamin, folacin dan vitamin E dibanding makanan biji jenis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jeruk&lt;br /&gt;Penelitian di Universitas Hebrew Yerusalem menunjukkan bahwa flavanon (subkategori flavanoid) biasa dikenal sebagai antioksidan aktif dalam jeruk, mampu menurukan LDL dan meningkatkan HDL. Orang dengan kadar kolesterol tinggi sangat dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi jeruk, anggur dan lemon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pepaya&lt;br /&gt;Buah ini mengandung banyak enzim yang berguna untuk pencernaan dan potasium yang merupakan nutrisi jantung. Potongan pepaya ukuran sedang akan mengandung kadar potasium 781 mg dibanding pisang ukuran sedang yang hanya 371 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Plum kering&lt;br /&gt;Gula dalam plum kering ini sangat alami. Plum kering ini dikenal sebagai prune mengandung banyak antioksidan. Prune ini juga mengandung banyak serat yang ditengarai mampu memperpanjang umur dan mencegah serangan jantung. Setengah gelas penyajian (100gram) akan menyumbang 25 persen kebutuhan serat harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ubi jalar/ketela rambat&lt;br /&gt;Makin beragam warna sayuran yang kita konsumsin maka makin baik. Ubi jalar ini mengandung antioksidan karoten yang melindungi jantung dari serangan radikal bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kenari&lt;br /&gt;Di awal sudah disebutkan bahwa kemampuannya menurunkan kadar endothelin dan kandungan asam linoleat (ALA) asam lemak omega 3 seperti yang terdapat dalam ikan haring dan salmon.&lt;br /&gt;- 30 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Rahmi&lt;br /&gt;http://www.halohalo.co.id/berita/berita/16/3/1810/10%20Makanan%20Sehat%20Bagi%20jantung.htm&lt;br /&gt;11 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-5286903250643920136?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/5286903250643920136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/10-makanan-sehat-bagi-jantung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/5286903250643920136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/5286903250643920136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/10-makanan-sehat-bagi-jantung.html' title='10 Makanan Sehat Bagi jantung'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-7891651986485888792</id><published>2009-09-05T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T21:10:48.573-07:00</updated><title type='text'>Hebatnya Brokoli Melindungi Jantung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqM2Pm7EQtI/AAAAAAAAAIU/HibNLsFYQXE/s1600-h/broccoli.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqM2Pm7EQtI/AAAAAAAAAIU/HibNLsFYQXE/s320/broccoli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378202021784732370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manfaat brokoli untuk kesehatan jantung selama ini sudah diketahui. Namun, bagaimana mekanismenya, baru-baru ini ilmuwan dari Inggris berhasil mengungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti dari Imperial College, London, Inggris menemukan senyawa kimia dalam brokoli dan sayuran hijau lainnya yang efektif meningkatkan mekanisme pertahanan alami untuk melindungi arteri jantung dari penyumbatan yang bisa menyebabkan serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi yang didanai oleh British Hearth Foundation itu, diketahui senyawa sulforaphane, dapat mengaktifkan protein pelindung yang tadinya tidak aktif untuk melindungi arteri dari penyumbatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang kita sudah tahu kalau sayuran bagus untuk tubuh, tapi bagaimana mekanisme molekularnya selama ini belum diketahui,” kata Paul Evans dari National Heart and Lung Institute di Imperial College.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya penyumbatan arteri memang tidak sama pada setiap orang, tetapi percabangan dan simpul pada pembuluh darah bisa membuat aliran darah melambat, sehingga lebih berisiko menimbulkan plak penyebab penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Evans, di area-area pembuluh darah yang rentan, protein yang sebenarnya bertugas untuk melindungi atau disebut Nrf2 tidak aktif. “Hasil studi kami menunjukkan bahwa sulforaphane bisa mengaktifkan Nrf2,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riset tersebut, para peneliti menggunakan senyawa kimia sulforaphane murni, bukan dari brokoli. Selanjutnya, para peneliti akan mencari tahu dampak dari zat kimia yang ada di sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan menguji dan membandingkan sulforaphane murni dengan yang ditemukan di brokoli,” kata Evans yang hasil penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Arterioscleroris Thrombosis and Vascular Biology. Bila sulforaphane dari sayur kurang efektif, besar kemungkinan akan dibuat suplemennya. AN/ap/kcm - 5 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.surya.co.id/2009/09/05/kesehatan-hebatnya-brokoli-melindungi-jantung.html&lt;br /&gt;6 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://sprott.physics.wisc.edu/FRACTALS/natural/broccoli.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-7891651986485888792?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/7891651986485888792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/hebatnya-brokoli-melindungi-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7891651986485888792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7891651986485888792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/09/hebatnya-brokoli-melindungi-jantung.html' title='Hebatnya Brokoli Melindungi Jantung'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SqM2Pm7EQtI/AAAAAAAAAIU/HibNLsFYQXE/s72-c/broccoli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-7542628213483260043</id><published>2009-03-21T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T05:35:16.504-07:00</updated><title type='text'>SERANGAN JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/12/cardio.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 272px;" src="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/12/cardio.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTepr4YRfI/AAAAAAAAAFE/AAKNRb-bshY/s1600-h/aa-jantung015"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 249px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTepr4YRfI/AAAAAAAAAFE/AAKNRb-bshY/s400/aa-jantung015" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315618267939227122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1,5 juta orang mengalami serangan jantung.&lt;br /&gt;478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.&lt;br /&gt;407000 orang mengalami operasi peralihan.&lt;br /&gt;300000 orang menjalani angioplasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengenalan Jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memasuki usia 45 tahun bagi pria.&lt;br /&gt;Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.&lt;br /&gt;2. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi). Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.&lt;br /&gt;3. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.&lt;br /&gt;Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.&lt;br /&gt;4. Diabetes.&lt;br /&gt;Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.&lt;br /&gt;5. Merokok.&lt;br /&gt;Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.&lt;br /&gt;6. Tekanan darah tinggi (hipertensi).&lt;br /&gt;7. Kegemukan (obesitas).&lt;br /&gt;Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.&lt;br /&gt;8. Gaya hidup buruk.&lt;br /&gt;Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.&lt;br /&gt;9. Stress.&lt;br /&gt;Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Serangan Jantung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibar pergumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gejala Serangan Jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).&lt;br /&gt;2. Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).&lt;br /&gt;3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.&lt;br /&gt;4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)&lt;br /&gt;Pusing &amp; pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda-tanda Peringatan Dini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diagnosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10 anggapan salah tentang penyakit jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja&lt;br /&gt;2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda&lt;br /&gt;3. Wanita terbebas dari penyakit jantung&lt;br /&gt;4. Penyakit jantung hanya satu macam&lt;br /&gt;5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung&lt;br /&gt;6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke&lt;br /&gt;7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan&lt;br /&gt;8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah&lt;br /&gt;9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan&lt;br /&gt;10.Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gowan Mary &amp; Castolli William, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menjaga Kebugaran Jantung&lt;/span&gt;, tr.by: Patuan Raja; Sugeng Hariyanto &amp; Sukon, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.&lt;br /&gt;Patel Chandra, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Panduan Praktis Mencegah &amp; Mengobati Penyakit Jantung&lt;/span&gt;, tr.by: Alextri Aantjono Widodo, PT Gramedia, Jakarta, 1998.&lt;br /&gt;Pearce Evelyn, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anatomi &amp; Fisiologi Untuk Paramedis&lt;/span&gt;, tr.by: Sri Yuliani Handoyo, PT Gramedia, Jakarta, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_jantung&lt;br /&gt;21 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://media.photobucket.com/image/serangan%2Bjantung/truebluesky/health/heartattack.jpg&lt;br /&gt;http://youdee12.files.wordpress.com/2008/12/cardio.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-7542628213483260043?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/7542628213483260043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/serangan-jantung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7542628213483260043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7542628213483260043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/serangan-jantung.html' title='SERANGAN JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTepr4YRfI/AAAAAAAAAFE/AAKNRb-bshY/s72-c/aa-jantung015' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-918440154907442047</id><published>2009-03-21T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T05:15:16.905-07:00</updated><title type='text'>JENIS PELAYANAN JANTUNG (CARDIAC CENTER)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTaTskd2yI/AAAAAAAAAE8/y5JqYgIHcYA/s1600-h/aa-jantung014"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTaTskd2yI/AAAAAAAAAE8/y5JqYgIHcYA/s400/aa-jantung014" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315613492120509218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.fai-kao.com/files/images/Jantung.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 265px;" src="http://www.fai-kao.com/files/images/Jantung.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis Pelayanan Jantung (Cardiac Center)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. EKHOKARDIOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pemeriksaan dengan menggunakan prinsip gelombang suara ultra (ultra sound) untuk melihat anatomi jantung saat bergerak (berdenyut), sehingga dapat diketahui adanya gangguan gerakan otot jantung, kebocoran sekat jantung, penyempitan / kebocoran katub jantung, ukuran ruang jantung, maupun adanya cairan serta tumor pada rongga jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TEST TREADMILL (Uji Latih Jantung Beban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah alat untuk merekam perubahan EKG, tekanan darah dan frekuensi denyut jantung serta mengetahui kapasitas fungsi jantung waktu beraktivitas, ini penting bagi orang-orang yang mengalami : Keluhan nyeri dada (EKG tidak khas) laki-laki &gt;40 tahun atau wanita setelah monopouse yang disertai faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK) seperti merokok, kegemukan, kurang aktivitas, hipertensi, dan kencing manis (DM), pasca rawat dengan angina pektoris tak stabil, pasca serangan jantung, dsb. Pemeriksaan ini sering juga digunakan untuk deteksi dini PJK disamping untuk menilai kesegaran jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KATETERISASI JANTUNG (Angiografi Koroner dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan prosedur diagnostik dengan cara memasukkan kateter yang dibuat dari bahan plastik khusus berdiameter ± 2mm, yang didisain khusus untuk pemeriksaan jantung dan pembuluh darah. Pemeriksaan ini dilakukan melalui suatu sayatan kecil dikulit daerah lipat paha atau lengan, dengan bius lokal, lalu kateter dimasukkan melalui jalur pembuluh darah sampai ke jantung, dengan bantuan zat kontras yang disuntikkan dapat diketahui adanya kelainan anatomi jantung, penyempitan / sumbatan pembuluh koroner, gangguan fungsi pompa jantung, dsb. Pemeriksaan ini merupakan hal terpenting untuk deteksi penyakit jantung koroner serta untuk tindakan lebih lanjut seperti balonisasi koroner baik dengan maupun tanpa stent, atau operasi bedah pintas koroner. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit kutub jantung dan kelainan jantung bawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BMV (Balon Mitral Valpoloplasty)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tindakan intervensi non bedah pada penyempitan katub mitral (stenosis mitral) dengan menggunakan balon khusus, dengan tindakan yang menyerupai kateterisasi jantung. Kelainan stenosis mitral umumnya terjadi akibat demam rematik yang terjadi pada usia anak-anak / remaja. Pasien biasanya mengeluh lekas capek, sesak nafas dan berat badan sulit bertambah (cenderung kurus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tindakan intervensi non bedah dengan kateter khusus melalui sayatan 2 mm di kulit (seperti kateterisasi jantung) untuk memasukkan ballon (bisa juga dengan stent : semacam cincin kecil yang mirip "per" ballpen), pada pembuluh darah coroner yang menyempit agar dapat dilebarkan / dibuka untuk melancarkan kembali aliran darah. Tindakan ini dilakukan setelah diketahui adanya penyempitan pembuluh darah koroner dari pemeriksaan angiografi koroner (kateterisasi jantung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemasangan Pacu Jantung Sementara maupun Permanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini dilakukan apabila terjadi gangguan / blok pada sistem listrik jantung dimana frekuensi denyut jantung menjadi sangat lambat sehingga menimbulkan keluhan atau dapat menimbulkan bahaya pada pasien tersebut.Pacu jantung sementara dapat dilepas setelah irama jantung menjadi normal, tetapi bila tidak ada perubahan, maka dipasang pacu jantung permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Operasi Bedah Pintas Koroner atau Ganti Katub Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi ini dilakukan bila terdapat penyempitan pembuluh darah koroner yang cukup berat yang tidak ideal untuk dilakukan balonisasi koroner (PCI). Pada operasi ini pembuluh darah yang menyempit / tersumbat akan diberi aliran pengganti dari pembuluh darah kaki (bisa juga pembuluh darah dada atau lengan) yang disambungkan langsung dari Aorta (arteri besar) dialirkan melampaui (mem-by pass) penyempitan arteri koroner, sehingga aliran koroner menjadi lancar kembali. Sedangkan operasi ganti katub jantung dilakukan apabila terdapat penyempitan atau kebocoran katub kaki kanan / kiri berat yang tidak cukup lagi diatasi dengan obat-obatan dan sulit diatasi dengan tindakan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&gt;Jenis Pelayanan Jantung (Cardiac Center) di Rumah Sakit Dr. Kariadi :&lt;/span&gt;http://www.rskariadi.com/fasilitas/jantung-a-pembuluh-darah.html&lt;br /&gt;21 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.fai-kao.com/files/images/Jantung.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-918440154907442047?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/918440154907442047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/jantung-dan-pembuluh-darah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/918440154907442047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/918440154907442047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/jantung-dan-pembuluh-darah.html' title='JENIS PELAYANAN JANTUNG (CARDIAC CENTER)'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTaTskd2yI/AAAAAAAAAE8/y5JqYgIHcYA/s72-c/aa-jantung014' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-6336181072829761149</id><published>2009-03-21T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:52:35.376-07:00</updated><title type='text'>PERNIKAHAN, EMOSI DAN KESEHATAN JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTU-t-L02I/AAAAAAAAAEs/Tr9fyBBYYW8/s1600-h/aa-jantung011.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 392px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTU-t-L02I/AAAAAAAAAEs/Tr9fyBBYYW8/s400/aa-jantung011.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315607634161423202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para spesialis jantung sering kali mengatakan, ketika melakukan terapi, yang perlu dibenahi adalah permasalahan yang berkaitan dengan emosi pasien, karena berbagai permasalahan yang timbul akibat kehidupan pernikahan yang tidak harmonis dapat mempengaruhi kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian gabungan dari San Diego State University dan University of Pittsburgh telah membuktikan bahwa kehidupan pernikahan yang sangat memuaskan dapat mengurangi faktor-faktor serangan penyakit jantung, dengan demikian dapat memperpanjang usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam penelitian yang sudah berjalan 13 tahun ini, para peneliti melakukan survei mengenai tingkat kepuasan kehidupan pernikahan terhadap 493 orang kaum ibu yang berusia antara 42 sampai dengan 50 tahun. Hal-hal yang diamati meliputi waktu kumpul bersama, taraf komunikasi, kehidupan seksual, pandangan mengenai ekonomi keluarga, hobi, karakter, sifat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka, termasuk pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi tubuh, memonitor kondisi kesehatan, apakah merokok, suka olahraga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga memeriksa kondisi kesehatan psikologi, termasuk depresi, stress, dan tekanan batin lain. Hasilnya menunjukkan, orang yang sangat puas dalam pernikahan, jika dibandingkan dengan orang yang kurang puas atau belum menikah, mempunyai faktor-faktor serangan penyakit jantung yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Stephen T. Sinatra adalah seorang dokter spesialis jantung, terkenal dengan pengobatan penyakit jantung melalui keseimbangan gizi dan energi. Dia juga merupakan editor jurnal kedokteran “Jantung, Kesehatan Dan Gizi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bukunya Heartbreak &amp; Heart Disease yang diterbitkan 1996, pernah membahas permasalahan pengaruh emosi terhadap jantung. Akhir-akhir ini, dalam karya tulis khususnya di situs  www.bokee.com, dia menguraikan hasil pengamatannya selama bertahun-tahun mengenai penanganan penyakit jantung dengan topik “pernikahan dan kesehatan jantung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Sinatra mengatakan, tekanan batin yang diakibatkan oleh emosi yang ditahan mulai dari patah hati, terlalu sedih, sampai dengan rasa bermusuhan dan amarah, dapat mengakibatkan tersumbatnya aorta jantung Anda, efeknya mirip dengan oksidasi kolesterol, keracunan logam, insulin, radiasi dan darah yang mengental dan lengket. Menurutnya, banyak penelitian yang sudah membuktikan hubungan tubuh dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Sinatra menyatakan, tekanan batin adalah mematikan. Kadang-kadang penyakit jantung dapat membuat manusia mengerti sampai sebesar apakah daya bunuh tekanan batin. Meskipun sebagian orang sudah mengerti tetap juga selamanya tidak dapat merubah keadaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, “Para pasien pernah mengutarakan keluhan kepada kami, tekanan batin yang berasal dari kehidupan, mungkin karena pekerjaan, ataupun pernikahan, benar-benar sangat melukai mereka. Semua nasehat, obat-obatan dan suplemen gizi tidak ada yang mampu mengompensasi kerusakan yang diakibatkan oleh tekanan batin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, perasaan yang puas akan sebuah pernikahan yang harmonis, pekerjaan yang menggembirakan cukup untuk memelihara jantung. Dikatakannya pula, penelitian terkait dan pengamatannya dalam praktek klinis semuanya menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesepian mendatangkan risiko serangan jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasangan nikah lebih jarang mendapatkan serangan jantung dari pada yang hidup sendiri, namun pernikahan yang tidak harmonis memiliki daya rusak yang besar bagi jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei terhadap manula kelompok usia delapan-sembilan puluh tahun menunjukkan, usia panjang sangat erat berhubungan dengan kesehatan pernikahan.&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang luar biasa dilakukan pada  2006 telah menarik perhatian banyak orang, dia mengungkap hubungan apa saja yang ada antara pernikahan dan kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tersebut dilakukan oleh Tim Smith, seorang ahli psikologi dari Utah State University. Smith telah merekrut 150 pasangan yang sehat, kebanyakan berusia di atas 60 tahun, tidak seorangpun dari mereka yang memiliki sejarah terserang penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pasangan disurvei dan direkam gambarnya oleh psikolog peneliti. Topik pembicaraan dalam survei dipilih sendiri oleh pasangan yang bersangkutan, meliputi keuangan, hubungan keluarga, anak, liburan dan urusan rumah tangga yang menimbulkan perselisihan. Pasangan suami istri berhadapan untuk mendiskusikan topik yang dipermasalahkan di depan kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota peneliti menilai pandangan pasangan-pasangan tersebut, mulai dari sifat yang bersahabat sampai ke permusuhan, menurut sampai ke penguasaan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutur kata dan perilaku pada saat diskusi, merupakan miniatur pola kehidupan mereka dalam jangka panjang, dapat mencerminkan keadaan mereka yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari melakukan komunikasi seperti ini, seluruh peserta harus menerima pemeriksaan CT Scan khusus pada rongga dada. Berdasarkan hasil scanning, dokter akan menetapkan kadar pengapuran pembuluh nadi tajuk jantung, hal ini dapat dipakai sebagai ukuran kondisi endapan thrombosit pada arteri jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun hasil scanning belum ada yang menunjukkan bahwa pengerasan pembuluh nadi tajuk jantung sudah sedemikian buruknya sehingga harus segera dirawat di bagian gawat darurat, namun ada sebagian yang keadaannya kurang baik, terdapat risiko masalah pada pembuluh nadi tajuk jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; “Dalam diskusi apabila pandangan sang istri semakin mengandung permusuhan, kadar pengapuran pembuluh darahnya semakin tinggi. Taraf pengapuran yang paling tinggi adalah para istri yang menunjukkan sikap paling bermusuhan dan paling tidak bersahabat, di mana sang suami juga menunjukkan permusuhan dan tidak bersahabat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yang didapat oleh Smith adalah, jika hasrat menguasai besar atau menikah dengan istri yang mempunyai hasrat menguasai yang besar, seorang pria akan mudah menderita arteriosclerosis. Bila tidak demikian taraf risiko menderita gangguan arteriosclerosis agak rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perselisihan dalam pernikahan, niat bermusuhan pihak wanita akan berpengaruh jelek terhadap jantung, tindakan menguasai oleh wanita tidaklah baik bagi jantung pria. Bagaimana kita berkomunikasi dalam keadaan ini akan mempengaruhi kesehatan kita. Kedua belah pihak hendaknya menghindari niat bermusuhan dan hasrat menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Apa pun adanya, kesimpulannya sama, tekanan batin mempunyai daya bunuh. Hal yang menarik adalah, semakin seorang istri berbicara dengan niat bermusuhan, pembuluh darahnya semakin mudah terjadi pengapuran. Banyak pasien saya setelah mendengar pembuluh nadi tajuk jantungnya mengalami pengapuran merasa sangat terkejut, karena faktor-faktor risiko lainnya tidak bermasalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ingin tahu mengapa mereka bisa mendapatkan penyakit ini. Jawabannya menyangkut permasalahan lain di dalam kehidupan mereka telah menanggung seberapa banyak tekanan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan scanning ini telah bertahun-tahun, saya menjumpai banyak orang yang tidak mempunyai faktor-faktor risiko penyakit jantung, namun tetap mempunyai masalah pengapuran pada pembuluh nadi tajuk jantung, sebabnya adalah tekanan batin.  (Yang Tianyi/Wei De/The Epoch Times/prm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.erabaru.or.id/20090120935/pernikahan-emosi-dan-kesehatan-jantung.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.thecolor.com/images/Happy-Family.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-6336181072829761149?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/6336181072829761149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/pernikahan-emosi-dan-kesehatan-jantung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/6336181072829761149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/6336181072829761149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/pernikahan-emosi-dan-kesehatan-jantung.html' title='PERNIKAHAN, EMOSI DAN KESEHATAN JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTU-t-L02I/AAAAAAAAAEs/Tr9fyBBYYW8/s72-c/aa-jantung011.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-7392420061296956685</id><published>2009-03-21T03:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:59:08.935-07:00</updated><title type='text'>ASAL USUL BEDAH JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTIVZEyoNI/AAAAAAAAAEc/3Cm7vRnJaXU/s1600-h/aa-jantung009"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTIVZEyoNI/AAAAAAAAAEc/3Cm7vRnJaXU/s400/aa-jantung009" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315593730037817554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEMASA Perang Dunia kedua (1939-1945), para dokter menemukan langkah maju bidang tranfusi darah, pembiusan (anastesi-red) dan antibiotik yang mendorong pengembangan bedah jantung modern. Seorang ahli bedah Angkatan Darat Amerika Serikat dokter Dwight Harken mengeluarkan pecahan peluru meriam dari jantung seorang prajurit yang masih berdetak dengan memasukan jemarinya ke lubang luka, menemukan serpihan logam dan mengeluarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala utama dalam bedah jantung terbuka adalah saat jantung berhenti berdetak untuk melakukan operasi, ahli bedah hanya memiliki waktu empat menit untuk melakukan tindakan terhadap jantung pasien. Lebih dari itu, pasokan darah yang berhenti akan mengakibatkan kekurangan oksigen pada otak yang meni mbulkan cacat permanent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan bedah jantung dilakukan dokter Bill Bigelow (1913-2005) dari Universitas Minesotta yang mempelajari perilaku tidur musim dingin mamalia (hibernasi-red) yang memberi gagasan untuk mengurangi suhu tubuh pasien dari 98 deraja t Fahrenheit menjadi 81 derajat Fahrenheit. Dalam kondisi tersebut, dokter dapat memperpanjang waktu bedah jantung terbuka menjadi sepuluh menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi memunculkan mesin paru-paru jantung (heart-lung machine) yang ditemukan John Gibbon (1903-1973) di Philadelphia tahun 1953. alat tersebut dihubungkan ke pasien sehingga jantung dapat tetap berfungsi di saat pembedahan berlangsung. Ahli bedah pun lebih leluasa dalam menjalankan operasi karena waktu operasi lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pertama bedah jantung terbuka dengan mesin paru-paru jantung dilakukan tanggal 15 Mei 1953 atas pasien Cecilia Bavolek (18). Cecilia terhubung dengan mesin selama 27 menit di saat dokter Gibbon menjalankan operasi jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur operasi pun berkembang hingga memperbaiki lubang pada jantung. Operasi pertama untuk menangani lubang pada jantung dilakukan tanggal 2 September 1952 oleh dokter F. John Lewis dan dokter Walton Lillehei (1918-1999) atas pasien seorang bocah perempuan berusia lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan operasi by-pa ss jantung pertama dilakukan tahun 1967 oleh ahli jantung Argentina dokter Rene Favaloro (1923-2000) di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari The Book of Origins, karya Trevor Homer, Penguin Books, London, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2008/10/17/0019226/asal-usul.bedah.jantung.&lt;br /&gt;17 Okt 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.digitaljournal.com/img/7/9/9/0/2/2/i/3/8/6/o/HeartSurgery.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-7392420061296956685?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/7392420061296956685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/asal-usul-bedah-jantung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7392420061296956685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7392420061296956685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/asal-usul-bedah-jantung.html' title='ASAL USUL BEDAH JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTIVZEyoNI/AAAAAAAAAEc/3Cm7vRnJaXU/s72-c/aa-jantung009' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-5975856191627491644</id><published>2009-03-21T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:33:58.531-07:00</updated><title type='text'>KEMACETAN LALU LINTAS TINGKATKAN SERANGAN JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTCj8YM7FI/AAAAAAAAAEU/0o-bw1qoXvE/s1600-h/aa-jantung008"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTCj8YM7FI/AAAAAAAAAEU/0o-bw1qoXvE/s320/aa-jantung008" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315587382962875474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;RISIKO serangan jantung seseorang akan menjadi tiga kali lebih tinggi ketika ia terperangkap kemacetan lalu lintas selama 1 jam, demikian hasil studi yang dilansir laman American Heart Association (15/3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian tersebut, perempuan, pria tua, pasien yang tidak memiliki pekerjaan, dan mereka yang memiliki sejarah penyakit jantung adalah yang paling terpengaruh oleh kemacetan. Hasil itu diperoleh setelah mewawancarai hampir 1.500 pasien yang selamat setelah serangan jantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu faktor potensial bisa jadi adalah udara buangan yang berasal dari mobil lain," kata Annette Peters dari Institute of Epidemiology, Helmoltz Zentrum Muenchen, Jerman. "Namun, kami tidak dapat menyimpulkan sinergi antara stres dan polusi udara yang dapat menjadi tolok ukur." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tersebut disajikan pada Konferensi Tahunan Ke-49 Penyakit Kardiovaskuler di Florida oleh American Heart Association. (Jer/Ant/X-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.mediaindonesia.com/read/2009/03/03/65143/78/22/Kemacetan_Lalu_Lintas_Tingkatkan_Serangan_Jantung&lt;br /&gt;17 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.stormerbrooks.com/xkot/angry_commuter.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-5975856191627491644?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/5975856191627491644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/kemacetan-lalu-lintas-tingkatkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/5975856191627491644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/5975856191627491644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/kemacetan-lalu-lintas-tingkatkan.html' title='KEMACETAN LALU LINTAS TINGKATKAN SERANGAN JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScTCj8YM7FI/AAAAAAAAAEU/0o-bw1qoXvE/s72-c/aa-jantung008' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-6223674504473349135</id><published>2009-03-21T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:35:42.220-07:00</updated><title type='text'>MARAH PICU GAGAL JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.yourfunnypic.info/wp-content/uploads/2008/11/angry_mccain_sticker.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 450px;" src="http://www.yourfunnypic.info/wp-content/uploads/2008/11/angry_mccain_sticker.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;STUDI baru mengungkapkan emosi dan marah berlebihan berpotensi memicu mematikan ritme jantung pada orang-orang yang mudah tersinggung. Hasil itu melengkapi beberapa penelitian sebelumnya yang mengungkapkan penyebab pemicu gagal jantung, di antaranya gempa bumi dan perang. Bahkan kekalahan pada pertandingan Piala Dunia pun bisa meningkatkan penyebab kematian jantung. &lt;br /&gt;"Kami memulai penelitian dengan mempelajari bagaimana efek sistem elektrikal terhadap jantung," ujar Dr Rachel Lampert dari Univerisitas Yale di New Heaven, Connecticut, AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti mempelajari 62 penderita serta implan jantung yang bisa mendeteksi ritme berbahaya pada jantung dan menyebabkan guncangan elektrik untuk mengembalikan jantung pada tekanan normal. &lt;br /&gt;"Kami menemukan di laboratorium bahwa kemarahan meningkatkan ketidakmampuan efek elektrikal yang bisa menyebabkan serangan jantung," ungkapnya. &lt;br /&gt;Lampert juga menyimpulkan bagaimana kemarahan dan stres bisa berdampak pada jantung yang normal. (*/Reuters/X-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://mediaindonesia.com/read/2009/02/02/62305/78/22/Marah_Picu_Gagal_Jantung&lt;br /&gt;25 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.yourfunnypic.info/wp-content/uploads/2008/11/angry_mccain_sticker.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-6223674504473349135?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/6223674504473349135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/marah-picu-gagal-jantung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/6223674504473349135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/6223674504473349135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/marah-picu-gagal-jantung.html' title='MARAH PICU GAGAL JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-7595703761538299355</id><published>2009-03-21T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T02:49:14.049-07:00</updated><title type='text'>MENGENALI GEJALA JANTUNG KORONER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS4ElJTfiI/AAAAAAAAAEE/yyv9TJmtt24/s1600-h/aa-jantung005"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS4ElJTfiI/AAAAAAAAAEE/yyv9TJmtt24/s400/aa-jantung005" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315575849034153506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pedulikolesterol.com/site/images/clips/clip_image002.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 358px; height: 268px;" src="http://www.pedulikolesterol.com/site/images/clips/clip_image002.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma nyeri dada. Penyakit jantung koroner juga memiliki gejala khas lainnya. Anda perlu mengenalinya. Jangan sepelekan nyeri dada! Apalagi jika nyeri itu Anda rasakan di bagian tengah dada dan menjalar ke lengan kiri atau leher, bahkan menembus ke punggung. Perlu Anda tahu, nyeri dada merupakan keluhan yang paling sering dirasakan oleh penderita penyakit jantung koroner (PJK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan dokter Yoga Yuniadi SpJp, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, nyeri dada yang disebut juga angina pectoris bukanlah satu-satunya gejala PJK. Penyakit mematikan ditandai pula oleh penjalaran nyeri hingga ke lengan kiri, leher, bahkan menembus ke punggung. ''Nyeri dada khas PJK timbul hanya ketika melakukan aktivitas fisik dan akan berkurang jika istirahat,'' lanjut Yogi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, orang seringkali mengabaikan nyeri ini karena dianggap hanya gejala sakit biasa. Padahal, jika tak segera ditindaklanjuti, gejala ini akan memicu serangan jantung tiba-tiba (infark miokard akut) dan dapat menimbulkan kematian. Selain gejala-gejala di atas, dapat pula timbul gejala penyerta seperti keluar keringat dingin dan munculnya rasa mual. Sayangnya, pemahaman masyarakat terhadap PJK masih kurang. Data menunjukkan, sekitar 50 persen kasus meninggalnya penderita penyakit jantung disebabkan oleh kurang pahamnya si penderita dan orang-orang terdekatnya terhadap penyakit ini sehingga penderita tidak sempat dibawa ke rumah sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, PJK merupakan salah satu penyebab utama kematian. Di Indonesia, jumlah penderitanya pun terus bertambah. Salah satu sebabnya, adalah telah terjadi perubahan pola hidup, terutama konsumsi makanan yang cenderung kurang sehat. Selain itu, tekanan lingkungan kerja yang menyebabkan stres berkepanjangan juga meningkatkan risiko munculnya PJK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa itu PJK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PJK adalah penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri jantung yang disebut pembuluh darah koroner. Sebagaimana halnya organ tubuh lain, jantung pun memerlukan zat makanan dan oksigen agar dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Pasokan zat makanan dan darah ini harus selalu lancar karena jantung bekerja keras tanpa henti. Pembuluh darah koroner lah yang memiliki tugas untuk memasok darah ke jantung. Tentu saja, jantung akan bekerja baik jika terdapat keseimbangan antara pasokan dan pengeluaran. ''Jika pembuluh darah koroner tersumbat atau menyempit, maka pasokan darah ke jantung pun akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan zat makanan dan oksigen,'' jelas Yoga, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) 1989. Menurutnya, makin besar prosentase penyempitan pembuluh koroner, makin berkurang aliran darah ke jantung. Akibatnya, timbullah nyeri dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko PJK. Hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus, merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan dislipidemia adalah faktor risiko yang dapat diubah (modifiable). Artinya, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya faktor-faktor risiko di atas agar terhindar dari PJK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bila Anda menderita hipertensi, dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah sampai pada tingkat yang aman. Hindari pula makanan yang banyak mengandung kolesterol. ''Periksakan kadar kolesterol Anda secara rutin dan capailah target kadar kolesterol darah yang sehat.'' Jangan lupa pula, olahraga yang teratur dan terukur. Dalam hal ini, yang paling dianjurkan adalah olahraga yang bersifat aerobik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping faktor risiko yang dapat diubah, ada pula faktor risiko yang tidak dapat diubah (inmodifiable). Termasuk dalam faktor risiko yang tak dapat diubah adalah jenis kelamin pria, usia (di atas 40 tahun), dan riwayat keluarga dengan PJK. Walau begitu, bukan berarti wanita terbebas sepenuhnya dari risiko PJK. ''Di Amerika, kematian mendadak akibat PJK justru sebagian besar terjadi pada wanita,'' kata Yoga. Pada usia muda, memang lebih sedikit wanita yang terkena PJK. Namun, pada wanita yang berusia 65 tahun lebih atau wanita di usia menopause, besarnya risiko untuk terkena PJK sama dengan pria. Risiko PJK yang lebih tinggi akan dialami pula oleh wanita yang berusia di atas 35 tahun dengan kebiasaan merokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makin dini, makin baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, spektrum PJK dibagi menjadi dua yaitu spektrum stabil dan tidak stabil (kegawatan). Pada spektrum stabil, kata Yoga, gejala baru timbul ketika terjadi peningkatan aktivitas. ''Ini dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Berhenti merokok misalnya atau rajin berolahraga.'' Terhadap penderita PJK pada spektrum stabil ini biasanya diberikan obat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penderita PJK spektrum tidak stabil, nyeri dada muncul bahkan pada saat beristirahat. Nyerinya pun dapat terjadi selama 15 menit, dan nyeri itu biasanya tetap terasa meski telah diberi obat. Menurut ayah tiga anak ini, yang perlu dilakukan saat seseorang terkena serangan jantung adalah segera hentikan aktivitas, dibaringkan, ditenangkan, dan dilonggarkan pakaiannya. Untuk menyelamatkan penderita jantung, kata Yogi, segera bawa ke rumah sakit agar dapat dilakukan upaya pembukaan kembali sumbatan arteri koroner yang terjadi (reperfusi). ''Ingat, time is muscle. Artinya, makin dini penanganannya, makin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reperfusi dapat dilakukan dengan menggunakan obat tromboliosis atau penghancur gumpalan darah atau memakai cara mekanis yaitu dengan intervensi kateterisasi jantung yang disebut Percutaneous Ballon Angioplasty (PTCA) melalui peniupan (balloning) atau pemasangan penyangga (stent). Selain itu, dapat pula dilakukan operasi by pass atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan memasang pembuluh darah pintas (bypass grafting) pada pembuluh koroner jantung yang sempit atau tersumbat (baca boks). CABG merupakan merupakan bedah jantung koroner yang prosesnya lebih cepat. Bahkan, beberapa pasien dapat dibangunkan di kamar operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=173688&amp;kat_id=123&lt;br /&gt;27 Sept 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.pedulikolesterol.com/site/images/clips/clip_image002.jpg&lt;br /&gt;http://pikofir.biz/wp-content/uploads/2008/11/jantung-koroner-parah.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-7595703761538299355?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/7595703761538299355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/mengenali-gejala-jantung-koroner.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7595703761538299355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7595703761538299355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/mengenali-gejala-jantung-koroner.html' title='MENGENALI GEJALA JANTUNG KORONER'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS4ElJTfiI/AAAAAAAAAEE/yyv9TJmtt24/s72-c/aa-jantung005' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-1060499992308797346</id><published>2009-03-21T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T02:32:40.851-07:00</updated><title type='text'>TIGA KUNCI UNTUK JANTUNG SEHAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS0MeZ746I/AAAAAAAAAD8/u0jE2wx3_Pg/s1600-h/aa-jantung004.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS0MeZ746I/AAAAAAAAAD8/u0jE2wx3_Pg/s320/aa-jantung004.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315571586617303970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.rileks.com/images/content/12066113300.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://www.rileks.com/images/content/12066113300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempraktikkan tiga kunci: tidak merokok, berolahraga teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata berpeluang lima kali lebih tinggi terhindar dari penyakit jantung dan stroke daripada yang bergaya hidup sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian dr Dede Kusmana SpJP(K) (59), dalam disertasi "Pengaruh Tidak/ Stop Merokok disertai Olahraga Teratur dan/atau Pengaruh Kerja Fisik terhadap Daya Survival Penduduk Jakarta: Penelitian Kohort selama 13 Tahun" itu mengantarkannya menjadi Doktor dalam Ilmu Kedokteran dengan yudisium cum laude, Kamis (30/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang diketuai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof dr Ali Sulaeman PhD, dengan promotor Prof dr Asikin Hanafiah SpA(K) SpJP(K) dan kopromotor Prof Dr dr Bambang Sutrisna MHSc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede, peneliti utama Multinational Monitoring of Trends and Determinants in Cardiovascular Disease (MONICA) Indonesia, yang juga Chairman of Prevention and Control of Cardiovaskular Disease of ASEAN Federation of Cardiology, serta Vice President Zone 2 of the Asian Pasific Society of Cardiology mengamati sekelompok penduduk di Kecamatan Mampang Prapatan, Kebayoran Baru, dan Cilandak sejak tahun 1988. Dari 479 orang yang mengikuti penelitian sampai tahun 2001, 345 orang masih hidup, 112 meninggal, dan 22 pindah tak diketahui alamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahanan hidup orang yang menerapkan trias SOK (stop merokok, olahraga dan kegiatan fisik) lebih baik (95,7 persen) dibanding tanpa SOK (81,1 persen). Mereka yang menerapkan gaya hidup SOK berdaya proteksi lima kali lipat terhadap penyakit jantung dan stroke," ulas Dede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko terkena gangguan kardiovaskular bisa dihitung secara sederhana dengan "Skor Kardiovaskular Jakarta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terkait fungsi endotel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses aterosklerosis yang menjadi dasar timbulnya penyakit kardiovaskular berkait erat dengan fungsi endotel pembuluh darah yang terganggu oleh pelbagai faktor risiko. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah hiperlipidemia, hipertensi, hiperfibrinogemia, homosisteinemia, lipoproteinemia alfa, infeksi klamidia, merokok, diabetes melitus, obesitas, stres, dan kurang olahraga. Yang tak dapat dimodifikasi adalah faktor keturunan, jenis kelamin dan usia. Jika dibiarkan proses aterosklerosis dapat berakhir dengan kematian jantung mendadak maupun stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penelitian terbaru menunjukkan, peningkatan aliran darah sekitar 4 ml/menit pada pembuluh arteri mampu memperbaiki fungsi endotel. Olahraga dan kerja fisik dua sampai tiga kali per minggu dalam waktu 20 menit akan meningkatkan denyut jantung dan aliran darah lebih dari 4 ml/menit. Hal ini melindungi pembuluh darah dari proses aterosklerosis dan meningkatkan ketahanan hidup," papar Dede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data penelitian menunjukkan, penyebab kematian dari penduduk yang diteliti adalah: jantung (42,9 persen), stroke (25,9 persen), penyakit paru dan asma (12,5 persen), kanker (5,4 persen), dan penyakit lain (kurang dari empat persen). Lebih dari separuh meninggal di rumah, sepertiga meninggal di rumah sakit, 1,8 persen meninggal dalam perjalanan, dan 0,9 persen meninggal setelah berolahraga tenis yang didominasi anaerobik. Olahraga yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan harus didominasi aerobik, misalnya berenang, jalan kaki, joging, dan tidak bersifat kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede menyusun Skor Kardiovaskular Jakarta yang bisa digunakan untuk mengukur risiko terkena gangguan kardiovaskular. Skor berdasarkan jenis kelamin, usia, tekanan darah, merokok, diabetes, indeks massa tubuh dan aktivitas fisik ini sangat sederhana, tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium, sehingga bisa diterapkan di manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skor -7 sampai 1 merupakan risiko rendah, skor 2-4 risiko sedang, dan skor lebih dari 5 risiko tinggi. Setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan secara aktif dengan meminimalkan skor yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebijakan penanggulangan kardiovaskular harus menjadi program nasional dan diprioritaskan. Departemen Kesehatan perlu membuat model Kartu Kesehatan Keluarga dan model Otopsi Verbal Kardiovaskular standar untuk mengetahui penyebab kematian. Pemerintah perlu menyediakan prasarana untuk olahraga, memperbanyak tempat untuk jalan kaki, dan memfungsikan trotoar bukan untuk kegiatan berjualan," saran Dede. (atk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0205/31/232126.htm, &lt;br /&gt;31 Mei 2002, Diunduh 21 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://www.rileks.com/images/content/12066113300.jpg&lt;br /&gt;http://www.kidsdomain.com/holiday/summer/color/bike9.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-1060499992308797346?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/1060499992308797346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/tiga-kunci-untuk-jantung-sehat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1060499992308797346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1060499992308797346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/tiga-kunci-untuk-jantung-sehat.html' title='TIGA KUNCI UNTUK JANTUNG SEHAT'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScS0MeZ746I/AAAAAAAAAD8/u0jE2wx3_Pg/s72-c/aa-jantung004.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-1170886097279135558</id><published>2009-03-21T02:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T02:15:53.847-07:00</updated><title type='text'>30 MENIT UNTUK JANTUNG SEHAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSwP6dP26I/AAAAAAAAAD0/UXu-AcnQXoc/s1600-h/aa-jantung003"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSwP6dP26I/AAAAAAAAAD0/UXu-AcnQXoc/s400/aa-jantung003" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315567247640484770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terbantah, olahraga penting untuk menjaga kesehatan jantung. Sayangnya, masih banyak yang tak tergerak meluangkan waktu untuk  melakukannya. Padahal cuma butuh waktu 30 menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki jantung sehat keinginan saja tidak cukup tanpa niat yang kuat. Hambatan terbesar justru sering datang dari dalam diri sendiri. Contoh paling gampang, ketika ingin memulai berolahraga di detik pertama, rasanya tidak mudah. Bueraaatt banget !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa berat itu lazimnya dialami oleh orang yang mengaku sebagai manusia modern. Mereka rata-rata mengaku sulit menyediakan waktu, meski sekadar beberapa menit sehari, khusus untuk berolahraga. Para pekerja kantoran yang seharian berada di dalam ruangan misalnya. Olahraga? Mana sempat? begitu biasanya ucap beberapa dari mereka, senada seirama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, selain sudah capek, berbagai tetek-bengek pekerjaan menyita waktu dan tenaga. Di kota besar macam Jakarta mereka juga kerap terjebak macet dalam perjalanan pergi atau pulang kantor, sehingga mood untuk berolahraga hilang sama sekali. Aktivitas olahraga pun tidak lagi menarik, karena tenaga dan pikiran sudah terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sisa waktu yang ada dialokasikan untuk bersantai, beristirahat, atau langsung tidur. Maklum, esok hari sudah harus bangun pagi-pagi lagi, sebelum kembali memulai kesibukan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja yang bukan orang kantoran pun kerap kesulitan mengatur waktu khusus untuk berolahraga. Ah, saya kan sudah kerja keras dengan otot. Rasanya sudah cukup. Tak perlu lagi mencari keringat tambahan, ujar sejumlah pekerja lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di lapangan, apalagi di tengah terik Matahari, memang sudah cukup memancing keluarnya keringat dari pori-pori badan. Dalam kondisi basah-basahan seperti itu, masak sih masih perlu berolahraga lagi? imbuh mereka kompak. Dengan banyaknya alasan untuk ngeles atau menghindar, memang tak mudah menggiring diri sendiri untuk disiplin berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meskipun olahraga itu diembel-embeli untuk kesehatan jantung, keengganan tetap saja muncul. Jadi, metode dan jenis latihannva harus benar-benar tepat, agar minat berkeringat tetap tinggi. Mau tahu olahraga jenis apa atau latihan bagaimana yang dianjurkan, agar jantung tetap sehat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cobalah Aerobik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut dokter jantung dr. Aulia Sani, Sp.JP dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, olahraga jelas sangat perlu dan dibutuhkan oleh semua orang, apalagi mereka yang ingin jantung dan tubuhnya sehat. Tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi beberapa orang, tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk berolahraga kerap jadi hambatan. Seolah-olah olahraga identik dengan sepatu, peralatan, dan perlengkapan mahal. Padahal, Olahraga untuk jantung sesungguhnya sederhana saja. Cukup menjalani olahraga yang bersifat aerobik, terang dr. Aulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis olahraga yang dianjurkan, bukan jenis olahraga prestasi atau yang sifatnya kompetisi, seperti bulutangkis atau tenis lapangan. Olahraga yang sifatnya kompetisi itu bukan aerobik. Walaupun olahraganya juga memacu kerja jantung, tapi secara tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo permainannya kan bisa tiba-tiba cepat atau tiba-tiba melambat, paparnya. Dr. Aulia justru menganjurkan untuk berjalan kaki, berlari, berenang, bersepeda, atau senam jantung sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jenis olahraga-olahraga itu masuk kategori olahraga aerobik yang memacu kerja jantung secara bertahap. Pengertian olahraga aerobik sendiri memang olahraga yang memacu jantung untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, guna memenuhi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waspadai 4-T&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari olahraga yang dianjurkan dr. Aulia tadi, kita pilih saja salah satu yang gampang dan murah untuk dilaksanakan, misalnya jalan kaki atau lari. &lt;br /&gt;Eit, jangan buru-buru dulu. Semangat boleh membara, tetapi ada yang perlu diperhatikan sebelum memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mendapatkan hasil optimal dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya sebelum melaksanakan olahraga aerobik, periksa kesehatan jantung dulu. Soalnya, dari pengalaman, pernah ada orang yang begitu giat berolahraga untuk menghindani penyakit jantung, eh ujung-ujungnya malah kena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mungkin karena suplai oksigen yang tidak terpenuhi. Suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi dengan pas oleh jantung. Oleh sebab itu, dalam olahraga aerobik perlu diperhatikan prinsip 4T, yakni teratur, terukur, terarah, dan terawasi, ucap Aulia berteori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeriksakan jantung sebelum berolahraga banyak manfaatnya. Lewat pemeriksaan itu kita bisa tahu kondisi koroner, saluran pembuluh darah, serta kerja organ jantungnya. Minimal periksa EKG biasa, plus latihan treadmill. Dari hasil pemeriksaan itu nantinya bisa dibuat program latihan seperti apa yang cocok. Supaya lebih aman dan manfaat yaug didapat juga optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal program latihan, dr. Aulia punya rumus sederhana yang diamhil dari hukum Frank-Starling Law of the Heart. Rumus itu bisa diikuti untuk mengukur porsi latihan. Sebelum berlatih, kita dapat menentukan target denyut nadi maksimal yang mungkin dicapai ketika latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target denyut nadi maksimal saat latihan dapat diperoleh lewat hitung-hitungan sederhana, yakni 220 per menit (target denyut nadi latihan) dikurangi umur. Hasilnya akan menunjukkan target denyut nadi maksimal. Sedangkan target nadi minimal latihan dihitung dengan cara: 220 per menit (target denyut nadi latihan) dikurangi umur, kemudian dikalikan 85%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, target latihan orang yang berumur 50 tahun. Denyut nadi maksimal latihannya 220 - 50 = 170 per menit. Kemudian denyut nadi minimal latihannya (220 - 50) x 85% = 144,5 per menit. Dari hasil hitungan itu diperoleh zona latihan, yakni antara 144,5 - 170 denyut nadi per menit. Jadi. untuk mencapai kondisi aerobik, seseorang yang berumur 50 tahun, saat berolahraga denyut nadinya harus lebih dari 144,5 per menit, tapi tidak boleh lebih dari 170 per menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melampaui batas, bisa berakibat kelelahan jantung. Itulah sebabnya, mengapa olahraga yang terukur dan terawasi itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana dengan durasinya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata cukup 30 - 60 menit. Jadi. tidak terlalu menyita waktu. Perlu diingat, sebelum latihan dimulai, sebaiknya melakukan pemanasan atau peregangan otot terlebih dulu, agar tidak cidera. Juga, agar pertambahan denyut nadi bisa berlangsung secara bertahap, tidak naik secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pascalatihan, ditutup dengan cooling down, atau pendinginan dengan mengatur napas sampai denyut nadinya normal kembali. Frekuensi latihan juga perlu diperhatikan. Jangan mentang-mentang tubuh jadi enteng karena olahraga, lantas jadi ketagihan. Bagi pemula, tubuh butuh pemulihan selama 48 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga perlu selang dua hari untuk latihan berikutnya. Jadi, jumlah latihan bisa diprogram tiga kali seminggu misalnya. Lain kalau orang yang sudah terlatih, misalnya seorang atlet sepakbola. Rasa lelah mereka bisa pulih hanya dalam waktu 24 jam, sehingga bisa setiap hari melakukan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mulailah sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memulai olaraga. Makanya, jangan tunda-tunda lagi, mulailah dari sekarang.&lt;br /&gt;Bahkan bagi mereka yang tidak pernah berolahraga sekali pun, anjuran itu juga berlaku. Sebab, untuk memperoleh kebugaran, olahraganya tidak harus seberat yang dilakukan atlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja kantoran yang mengaku punva kesibukan seabrek pun masih bisa berolahraga dengan memanfaatkan waktu selepas jam makan siang. Ketimbang menghabiskan waktu satu jam untuk mengobrol di kantin atau cafe, mengapa tidak menyempatkan waktu 10 - 15 menit untuk berjalan kaki di sekitar kantor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga, ketika hendak kembali ke ruang kerja, jangan manjakan diri dengan naik lift. Pilihlah jalan yang lebih memancing keluarnya keringat, semisal menggunakan anak tangga. Cara ini tentunya harus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Kalau ruang kantornya di lantai 30, ya cukup menjelajahi anak tangga sampai lantai 3 atau 4 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya mereka yang tengah memasuki usia produktif yang perlu berolahraga untuk menjaga kesehatan jantungnya. Manusia lanjut usia dan anak-anak juga perlu melakukan gerak badan. Bahkan manula yang tidak bisa berjalan atau berdiri sekalipun masih bisa melakukan senam sambil duduk atau tiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, apa pun kondisinya, olahraga tetap dibutuhkan. Menurut dr. Aulia, dengan cukup olahraga, ketahanan tubuh akan meningkat. Tulang-tulang juga menjadi lebih kuat, serta proses metabolisme tubuh akan berfungsi dan berjalan dengan baik. Bagi mereka yang ingin menghindari penyakit jantung sejak dini, olahraga menjadi salah satu solusi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika peredaran darah berjalan normal, organ jantung akan bekerja sesuai dengan fungsinya. Beragam gangguan pun enggan datang. Namun sekali lagi, sebaiknya benkonsultasi dulu sebelum memutuskan melakukan satu jenis olahraga. Apalagi mereka yang sebelumnya sudah mengidap penyakit, seperti darah tinggi, rasa sakit di dada, napas tersengal-sengal, atau Anda yang sebelumnya tidak pernah berolahraga sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, siapkan sepatu joging, kita jalan kaki atau joging 30 menit saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0509/15/113409.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://gosandiegocard.com/blog/files/2008/03/san-diego-jog.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-1170886097279135558?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/1170886097279135558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/30-menit-untuk-jantung-sehat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1170886097279135558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/1170886097279135558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/30-menit-untuk-jantung-sehat.html' title='30 MENIT UNTUK JANTUNG SEHAT'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSwP6dP26I/AAAAAAAAAD0/UXu-AcnQXoc/s72-c/aa-jantung003' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-3173326968604871314</id><published>2009-03-21T01:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T02:01:31.517-07:00</updated><title type='text'>MAKANAN KESEHATAN UNTUK JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSsejSf4bI/AAAAAAAAADs/8cd_4MYO4wE/s1600-h/aa-jantung002"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 365px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSsejSf4bI/AAAAAAAAADs/8cd_4MYO4wE/s400/aa-jantung002" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315563101072908722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nutralegacy.com/blog/wp-content/uploads/2008/10/hdl-cholesterol-how-to-increase-the-level-of-good-cholesterol2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 218px;" src="http://www.nutralegacy.com/blog/wp-content/uploads/2008/10/hdl-cholesterol-how-to-increase-the-level-of-good-cholesterol2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;”Banyak jalan menuju Roma”. Pepatah lama itu, tak berlaku bagi jalan menuju jantung. Pasalnya, jalan menuju jantung itu adalah perut. Segala apa yang ada di dalam perut akan dicerna, kemudian ‘sarinya’ akan diserap melalui usus dan akhirnya dialirkan ke dalam pembuluh darah menuju jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung dapat diibaratkan sebagai pompa air, dan pembuluh darahnya sebagai pipa yang mengalirkan air. Jika air yang dipompanya kotor, tidak saja menyebabkan penempelan kotoran pada dinding pipa dan menghambat aliran air, tetapi juga memaksa pompa bekerja ekstra keras, dan ini akan mempercepat kerusakan pompa. Jika kerusakan itu terjadi pada jantung dan tak lagi berdegup, tak mampu memompa darah ke seluruh tubuh, tamat sudah riwayat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangat bijaksana apabila perut kita isi dengan makanan yang dapat membantu memelihara kerja jantung atau meminimalkan terganggunya fungsi jantung. Gangguan atau sakit jantung tersebut dapat berupa tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner (PJK). PJK ini disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh koroner akibat dari penumpukan kolesterol atau bekuan darah, yang sering disebut dengan plak. Penderita penyakit ini diketahui memiliki kadar kolesterol ‘jahat’ low density lipoprotein yang tinggi ( 160 mg/dL), juga kadar kolesterol total yang tinggi ( 240 mg/dL). Oleh karenanya, makanan yang kita konsumsi sebaiknya yang tidak memicu penumpukan kolesterol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi bahwa makanan diyakini sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi risiko kesehatan jantung, baik itu yang menguntungkan, maupun ada pula yang merugikan. Sebagaimana kita ketahui, diet tinggi lemak jenuh dan natrium meningkatkan risiko jantung, sedangkan diet tinggi serat pangan dan antioksidan dapat membantu mencegah penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, belakangan ini para peneliti juga telah melaporkan bahwa beberapa nutrien atau senyawa bioaktif di dalam makanan pun terbukti dapat menjaga kesehatan jantung. Jenis nutrien, sumber makanan dan aksinya dalam menjaga menyehatkan jantung dapat diperiksa di dalam Tabel Jenis Nutrien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat di sini, apa yang tertuang di dalam tabel tersebut, hanyalah sebagian cara pencegahan penyakit jantung. Tindakan preventif lain yang tak kalah penting adalah berolahraga secara teratur, diet seimbang, kurangi stres, dan berhenti merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita berharap dengan semakin dipahaminya mekanisme terjadinya penyakit jantung, kelak dapat disusun menu diet yang seimbang dengan dilengkapi kombinasi nutrien-nutrien tersebut di atas sehingga dapat memberikan efek yang lebih menyehatkan pada jantung kita. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Wisnu Adi Yulianto&lt;br /&gt;Dosen Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta.&lt;br /&gt;http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/1219/kes1.html&lt;br /&gt;21 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://mrumedia.files.wordpress.com/2009/03/tabel-kolesterol.jpg&lt;br /&gt;http://www.nutralegacy.com/blog/wp-content/uploads/2008/10/hdl-cholesterol-how-to-increase-the-level-of-good-cholesterol2.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-3173326968604871314?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/3173326968604871314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/makanan-kesehatan-untuk-jantung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/3173326968604871314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/3173326968604871314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/makanan-kesehatan-untuk-jantung.html' title='MAKANAN KESEHATAN UNTUK JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSsejSf4bI/AAAAAAAAADs/8cd_4MYO4wE/s72-c/aa-jantung002' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1291013475280908002.post-7899688059106458893</id><published>2009-03-21T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T01:52:53.231-07:00</updated><title type='text'>STRES PENGARUHI KESEHATAN JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSqyztIk5I/AAAAAAAAADk/zf60mctBIvU/s1600-h/aa-jantung001"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSqyztIk5I/AAAAAAAAADk/zf60mctBIvU/s320/aa-jantung001" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315561250053723026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Awas stress !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hubungan yang dijalin secara buruk dapat memengaruhi kesehatan Anda. Anda boleh tidak percaya, tapi sebuah studi baru menemukan korelasi bahwa stres, permusuhan, marah, dan mempunyai masalah dengan rekan kerja dapat membuat orang lebih berisiko terserang penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilansir dari reuters, pekan lalu,  studi yang dilaporkan Archives of Internal Medicine menemukan bahwa stres dan sifat permusuhan dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung. Kemungkinan terkena serangan jantung 34 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi jantung seseorang dapat dipengaruhi oleh hubungan intim yang negatif atau bermasalah," tulis para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah melihat bahwa aspek negatif karena pengaruh sebuah hubungan berasosiasi dengan penyakit jantung koroner," tambah seorang peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian lain menyebutkan hubungan sosial yang dijalin dengan baik akan membuat kesehatan seseorang lebih baik. Roberto De Vogli, seorang ahli epidemiologis dari University College London yang memimpin studi penelitian ini mengatakan, pertemanan atau perkawinan yang dijalin secara buruk dapat memengaruhi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi penelitian ini dilengkapi dengan kuisioner tentang aspek negatif dari sebuah hubungan. Termasuk di dalamnya mencakup masalah pasangan atau keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;stres menimbulkan serangan jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini dilaporkan, orang yang memiliki kecenderungan sering berkonflik dengan orang di sekitarnya akan berpeluang terserang penyakit jantung atau sesak nafas sebanyak 34 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda berada di antara orang-orang dan lingkungan yang baik, tentu kesehatan Anda juga akan baik. Begitu juga sebaliknya. Jika lingkungan sekitar Anda dipenuhi hal negatif, maka peluang Anda terganggu kesehatannya lebih besar," ujar De Vogli dalam sebuah wawancara via telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai sekarang nggak ada salahnya memperbaiki hubungan Anda dengan orang lain karena serangan jantung akan mengintai Anda. (rtr/ly)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.rileks.com/lifestyle/?act=detail&amp;artid=31102006117129&lt;br /&gt;21 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar:&lt;br /&gt;http://monmouthfamilywellness.com/yahoo_site_admin/assets/images/stress.107165636_std.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1291013475280908002-7899688059106458893?l=jantungprima.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jantungprima.blogspot.com/feeds/7899688059106458893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/stres-pengaruhi-kesehatan-jantung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7899688059106458893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1291013475280908002/posts/default/7899688059106458893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jantungprima.blogspot.com/2009/03/stres-pengaruhi-kesehatan-jantung.html' title='STRES PENGARUHI KESEHATAN JANTUNG'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScSqyztIk5I/AAAAAAAAADk/zf60mctBIvU/s72-c/aa-jantung001' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
